Miliki 100 Gateway dan 4.000 Outlet, J&T Cargo Jangkau 98 Persen Wilayah Indonesia

BeritaNusantara.com – Meski baru berdiri pada tahun 2021 perusahaan expedisi J&T Cargo telah menjangkau 98 persen wilayah Indonesia. Hal ini di dukung oleh infrastruktur masif mencakup lebih dari 100 Gateway, armada berjumlah lebih dari 8.000 unit, serta sebaran 4.000 lebih outlet di seluruh Indonesia.

PR Media Relation J&T Cargo Natalia Pangaribuan mengatakan dengan jumlah Gateway, outlet dan armada yang dimiliki saat ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan mengedepankan penguatan kelancaran arus logistik nasional dengan mengusung strategi distribusi yang stabil, responsif, dan terkendali. J&T Cargo sukses mencatat pencapaian Service Level Agreement (SLA) yang impresif tahun ini” kata Natalia Pangaribuan disela sea acara Media Meet Up di Jakarta pada Rabu (4/3/2026)

Natalia Pangaribuan mengatakan, Tahun ini, J&T Cargo akan menyalip keberhasilan tahun 2025 yang sukses mencatat pencapaian Service Level Agreement (SLA) yang impresif, di antaranya performa pengiriman pada platform marketplace seperti Shopee yang mencapai 96,8 persen dan TikTok sebesar 97,8 persen.

Selain itu J&T Cargo memberikan ragam layanan seperti EZ Track, Fast Track, hingga Max Track yang dirancang untuk mempercepat perputaran barang serta menjaga cash flow bisnis, khususnya bagi sektor UMKM dan industri nasional.

Seluruh ekosistem ini dibangun untuk memberikan solusi rantai pasok yang komprehensif bagi para mitra bisnis di berbagai wilayah.

“Capaian ini menjadi dasar bagi J&T Cargo untuk melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk optimasi rute dan pengawasan performa berbasis data demi kepuasan pelanggan,” ujar Natalia Pangaribuan lebih lanjut.

Sementara itu, khusus untuk menyambut Lebaran 2026, J&T Cargo juga melakukan penyesuaian jadwal line haul, verifikasi kelayakan unit kendaraan, hingga pemeriksaan kesehatan dan tes urin bagi para pengemudi guna menjamin aspek keselamatan operasional di lapangan.

Pengawasan pergerakan kiriman pun dilakukan secara real-time untuk mendeteksi dini kendala operasional dan memberikan respons cepat terhadap setiap dinamika yang terjadi selama periode mudik. (Iwan Hidayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *