BeritaNusantara.com – Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Prof. Dr. H. Sumaryoto, berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan mampu menjaga stabilitas regulasi pendidikan di Indonesia.
Menurut Sumaryoto, salah satu persoalan mendasar yang selama ini menghambat kemajuan pendidikan di Indonesia adalah kebiasaan pergantian aturan setiap kali terjadi pergantian rezim atau menteri.
“Berbicara tentang Hari Pendidikan Nasional, kita masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni berganti rezim berganti peraturan. Kondisi ini membuat pendidikan di negara kita kurang tertata dan kurang terarah,” ujarnya Sumaryoto kepada wartawan di ruang kerjanya, di Jakarta (4/5/2026).
Ia menegaskan, sebagai bangsa besar, Indonesia seharusnya mampu melanjutkan kebijakan yang sudah terbukti baik tanpa harus menggantinya hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan.
“Kalau memang sebuah kebijakan itu sudah baik, ya harus diteruskan. Jangan setiap ganti presiden atau ganti menteri, aturan ikut berubah. Ini yang menyebabkan pendidikan kita seperti berjalan di tempat, jadi kalau aturan yang ada sudah tepat, jangan diganti-ganti lagi”, katanya lagi.
Namun begitu Sumaryoto menilai saat ini kebijakan yang dijalankan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah berada pada jalur yang tepat.
“Saya melihat saat ini sudah mulai on the track, mulai menata pendidikan sesuai jalur yang benar. Harapannya ke depan pendidikan kita menjadi lebih terarah dan tertata dengan baik,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan zaman, termasuk menghadapi tantangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurutnya, regulasi yang jelas sangat dibutuhkan terkait penggunaan teknologi tersebut dalam dunia pendidikan.
Selain itu, ia menyambut baik sejumlah pembaruan kurikulum, seperti penguatan pelajaran bahasa Inggris dan teknologi informasi sejak jenjang sekolah dasar.
Dalam kesempatan itu, Sumaryoto juga menyinggung tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta, terutama dalam perekrutan mahasiswa baru. Ia menilai kebijakan penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi turut memberikan tekanan bagi kampus swasta.
Sekilas : Universitas Indraprasta PGRI
Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) adalah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang didirikan tahun 2004 di bawah naungan Yayasan Pembinaan Lembaga Pendidikan PGRI. Dikenal sebagai kampus dengan biaya kuliah terjangkau, Unindra memiliki moto “Peduli, Mandiri, Kreatif, dan Adaptif” serta berfokus pada bidang kependidikan.
Berikut adalah poin penting mengenai Unindra:
- Lokasi Kampus: Memiliki tiga lokasi kampus, yaitu Kampus A (Tanjung Barat, Jagakarsa), Kampus B (Pasar Rebo), dan Kampus C (Depok).
- Akreditasi: Saat ini, Unindra mempertahankan status Akreditasi B dari BAN-PT.
- Fakultas & Program Studi: Menyelenggarakan program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2), yang umumnya berfokus pada ilmu kependidikan, meskipun juga terdapat program non-kependidikan.
Keunggulan: Dikenal sebagai kampus yang terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.
